Tampilkan postingan dengan label politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label politik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 November 2013

Budaya Politik Partisipan(Participant Political Culture)





       I.   PENGERTIAN BUDAYA POLITIK PARTISIPAN
Dalam sebuah masyarakat yang demokratis seperti halnya Indonesia, budaya politik partisipanlah yang paling tepat dianut oleh sebagian besar masyarakat. Budaya politik partisipan dianggap budaya politik paling unggul sebab dalam budaya politik itu rakyatlah yang berdaulat, sehingga rakyat sama kuat atau lebih kuat dari pemerintah. Tidak ada yang berhak memerintah rakyat kecuali sudah diserahi oleh rakyat.. Oleh sebab itu setiap kebijakan politik yang dibuat juga harus melibatkan rakyat. Rakyat harus diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam kehidupan politik. Budaya politik seperti itulah yang disebut dengan budaya politik partisipan
Bentuk budaya politik ini anggota masyarakatnya dengan sendirinya menyadari setiap hak dan tanggung jawabnya. Seseorang dalam budaya politik partisipan dapat menilai dengan penuh kesadaran system politik secara totalitas, input dan output maupun posisi dirinya dalam politik. Dengan demikian, setiap anggota masyarakat terlibat dalam sisitem politik yang berlaku betapa kecil peran yang dijalankannya. Budaya politik partisipan dalam pemahaman yang demikian tidak lain merupakan wujud dari dilaksanakannya budaya demokrasi dalam masyarakat. Sebab budaya demokrasi member tekanan pada pelaksanaan pemeritahan dari, oleh, dan untuk rakyat. Misalnya mengkritisi kebijakan pemerintah melalui opini-opini di media massa, mematuhi peraturan perundang-undangan, melaporkan bila menemukan penyelewengan hukum sesuai prosedur, dan sebagainya.